profil orang sukses karena bekerja
3112/2020 Berkat kegigihan dalam berinovasi dan bekerja keras, Hermanto sukses membangun usaha rumahan menjadi bisnis yang menjanjikan. Hermanto terus berekspansi dan kini ia menjadi pendiri Tancorp, sebuah group yang telah memiliki lebih dari 12 ribu karyawan, menaungi 75 perusahaan, 300 brand, seperti cat Avian, No Drop, Cleo, Tanrise
5 Memiliki jiwa pemimpin yang baik. Cara menjadi orang sukses yang kelima adalah memiliki jiwa pemimpin yang baik. Hampir semua miliarder di dunia ini berhasil menciptakan perusahaan karena memiliki sifat leadershipnya yang terasah selama duduk di bangku sekolah maupun bekerja.
ProfilProduk 1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10) 2. Baso Goreng 3. Gurilem 4. Seblak terutamanya kertas dan kelapa sawit. Tanoto dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes pada September 2006, namun pada tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Namun karena kerja kerasnya telah
Setiaporang sukses harus sanggup bekerja keras dan melihat peluang besar. Tidak ada perjuangan yang sia-sia karena selalu ada ilmu dan pengalaman di baliknya. 4. Susi Pudjiastuti - Susi Air Ciputra berhasil menjadi orang terkaya Indonesia ke-11 pada tahun 2017 seiring bisnis Ciputra Group berhasil berekspansi ke luar negeri.
Berikutini adalah 3 orang sukses karena berwirausaha: 1.Sukyatno (Hoo Tjioe) Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjioe Kiat lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 3 Agustus 1948 - meninggal di Jakarta, 9 Desember 2007 pada umur 59 tahun) adalah wiraswastawan, pendiri dan Presiden Komisaris Grup Es Teler 77.Meskipun hanya lulus SLTP, ia orang yang gigih.
La Rencontre Entre Manon Lescaut Et Le Chevalier Des Grieux. ORANG INDONESIA SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa Axl. Laki-laki berumur 23 tahun inilah yang menemukan resep keripik dari seorang bertemu sosok emak-emak Nenek-nenek yang memang mempunyai resep keripik lada atau keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih. Axl sendiri membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda Pemasaran produk ini berbeda dengan kudapan unik kota Bandung lainnya. Calon pelanggan hanya bisa mengetahui dimana Maicih gentayangan tiap harinya melalui situs microblogging Twitter. Tiap hari InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk Maicih bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan menjual produk Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor atau tempat keramaian lainnya. Pendek kata, tak ada yang abadi sebagai tempat membeli produk Maicih. Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti mendongkrak nama Maicih di jagat twitter. Banyak yang penasaran seperti apa produk Maicih gara-gara membaca kicauan pengguna Twitter yang bersliweran tiap saat. Dan biasanya mereka yang sudah merasakan kripik setan Maicih pastinya bakal tericih-icih alias kepedasan. Yang membuat pemasaran produk ini berbeda dengan produk produk lainnya. Hanya dengan berkampanye lewat social media twitter, Maicih, merek keripik pedas asal Bandung, berhasil menaklukkan hati para Icihers. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang ingin naik kelas menjadi “Jendral” Maicih. Efeknya, baru satu setengah tahun, omzet Maicih menembus Rp 7 miliar per bulan. Bagaimana cara Republik Maicih membuat kalangan anak muda urban di Tanah Air bisa “tericih-icih” Keripik pedas sering diidentikan dengan makanan kampung. Produk popular ini biasanya gampang ditemukan di warung dan dijual secara eceran. Namun, ada pula keripik pedas yang dapat dipesan melalui jejaring sosial Twitter atau Facebook. Reza Nurhilman, menyulap keripik pedas biasa menjadi keripik pedas yang dicari-cari oleh banyak konsumen. Dengan brand Maicih, keripik produksi Reza sedang digandrungi oleh masyarakat Bandung, terutama anak muda. Nama brand Maicih diambil dari kisah masa lalu yang selalu teringat olehnya, “Maicih itu terlahir waktu saya masih kecil. Biasanya, kalau saya dibawa mama ke pasar, suka ada ibu-ibu tua pake ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja dia ngeluarin dompet, bonus dari toko emas yang ada resletingnya untuk masukin receh. Mama saya bilangnya itu dompet Maicih”. tahun lalu, ia ketemu ibu-ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memorinya. Ibu-ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional membuat bumbu kripik pedas. Kemudian ia terinspirasi untuk membuat brand Maicihdan ternyata orang lain sangat menyukainya, karena nyeleneh dan unik. Maicih mampu diproduksi 75 ribu bungkus per minggu. Pada semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Dan, selalu habis. Ia mematok harga maicih di daerah Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak itu Rp11 ribu, untuk keripik yang level 10 Rp15 ribu. Di luar Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak Rp15 ribu, yang level 10 itu Rp18 ribu. Berkat inovasi marketing cerdasnya itu, kini Maicih diproduksi sekitar bungkus per hari untuk semua varian produknya. Ia memberi harga satu bungkus keripiknya sebesar Rp11 ribu. Axl pun ketiban rezeki, bisa meraih keuntung an per hari antara Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta. yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglomerat sukses asal Indonesia yang pada tahun 2006 di tasbihkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia, ia memimpin perusahaan yang bernama PT Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura yang usahanya di berbagai sektor terutama disektor kertas dan kelapa sawit sehingga Sukanto Tanoto dijuluki sebagai Si Raja Kertas dan Kelapa Sawit. Ia merupakan salah satu pengusaha yang berhasil berinvestasi di lebih dari sepuluh negara di Dunia. Sukanto Tanoto dilahirkan di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. Ia mengenyam pendidikan SD di Belawan pada tahun 1960 dan kemudian Masuk SMP di medan pada tahun 1963. Pada usia 12 tahun Sukanto Tanoto sudah gemar membaca apa saja, termasuk buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya yaitu tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya tentang sosok sang ibu. Tapi, dengan sifat keras dan tegas, termasuk dalam hal berbisnis, ia bisa menjadi salah seorang pengusaha papan atas Indonesia, memimpin sejumlah perusahaan di bawah grup Raja Garuda Mas Internasional. Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas RGM, dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah. sukanto berambisi “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” Usaha Sukanto yang lain adalah bank. Ketika United City Bank mengalami kesulitan keuangan, pada 1986-1987, ia mengambil alih mayoritas sahamnya dan bangkit dengan nama baru Unibank. Di Medan, ia pun merambah bidang properti, dengan membangun Uni Plaza, kemudian Thamrin Plaza. Tidak hanya dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit National Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filipina, dan electro Magnetic di Singapura, serta pabrik kertas di Cina yang kini sudah dijual untuk memperbesar PT Riau Pulp. Sejak 1997, Sukanto memilih bermukim di Singapura bersama keluarga dan mengambil kantor pusat di negeri itu. Obsesinya, ingin jadi pengusaha Indonesia yang bersaing di arena global, minimal di Asia. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.” Kini, selain bisnis, ia hendak menulis buku tentang bagaimana entreprenur menghadapi krisis. “Yang mau saya lakukan itu adalah penelitian bagaimana pengusaha di Eropa itu survive, pada First World War, Second World War. Bagaimana pengusaha Amerika itu melewati krisis 1930. Bagaimana pengusaha pengusaha di Cina, waktu perubahan rezim, ketika komunis masuk, bagaimana mereka itu survive. Saya juga akan mempelajari bagaimana pengusaha-pengusaha melalui Latin America krisis, yang di Brasil,” tuturnya. “Apa krisis itu memunculkan bibit-bibit entreprenur yang baru,” katanya lagi. hobi sukanto tanoto sejak kecil adalah membaca buku, setiap hari hanya itu yang dilakukan kalau tidak membaca buku sukanto ya tidur. kunci sukses sukanto "think, act, learn, baca, dengar, lihat,” katanya. “Kedua, kalau saya tidak tahu, saya tanya. Saya juga tidak merasa sungkan menceritakan kegagalan saya,” Baginya bisnis adalah mengembangkan sumberdaya yang ada, responsif terhadap sesuatu hal, konsisten dan bertanggung jawab untuk kehidupan yang lebih baik Catatan kekayaan Sukanto Tanoto bersihnya ditaksir mencapai 2,8 miliar dollar AS dengan menduduki peringkat 5 sebagai orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat 418 sebagai orang terkaya di Dunia versi majalah Forbes tahun 2012 yang lalu. Pria yang kini bertempat tinggal di Singapura ini memiliki aset hingga 12 miliar dollar AS. Suaknto Tanoto Menikah dengan Tinah Bingei Tanoto dan memiliki empat orang anak. Ia suka mendengarkan musik klasik yang ringan 3. 1. Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono Kisahnya dimulai dari sebuah bemo, kendaraan umum dengan roda tiga yang belakangan ini makin sulit ditemui. Selanjutnya adalah 13 ribu armada Blue Bird, perusahaan taksi berlogo burung biru yang didirikan oleh Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, kini almarhumah. Burung biru, sejatinya adalah sebuah dongeng di Eropa, yang didengar oleh Mutiara, saat tinggal di Belanda. Dongeng itu bercerita tentang nasihat seekor burung berwarna biru kepada seorang gadis, yang intinya semua keinginan bisa digapai asal si gadis bersedia bekerja keras dan jujur. Dongeng ini begitu membekas pada ibu dua anak dari perkawinannya dengan Prof. Djokosoetono itu, yang kini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan dalam kompleks Universitas Indonesia, tempatnya mengabdi. Dari segi bisnis, kehidupan keluarga Mutiara dimulai saat suaminya meninggal. Satu buah bemo yang dimiliki dan dikemudikan Chandra Soeharto, putra pertamanya, ikut menjadi penopang perekonomian keluarga. Purnomo, adik Chandra yang tidak memiliki surat izin mengemudi, bertugas sebagai asisten alias kondektur. Mutiara mulai masuk ke bisnis taksi setelah dapat hadiah dua mobil dari polisi dan tentara, sebagai jasa atas pengabdian sang suami yang meninggal tahun 1965. Berhubung yang selalu menyopiri adalah Chandra, maka nama yang dikenal pun Chandra Taksi. Izin sebagai perusahaan taksi, diperoleh Mutiara era Gubernur Ali Sadikin alm memimpin Jakarta, pada tahun 1971. Sempat tidak diberikan izin lantaran belum berpengalaman, membuat wanita kelahiran Malang, Jawa Timur itu makin kreatif. Para penumpang Chandra Taksi dimintai rekomendasi layanan mereka, kemudian diajukan ke Gubernur. Hasilnya izin pun keluar. Selamat jalan bemo. Karena setahun setelah Blue Bird berdiri, 25 taksi langsung dioperasikan. Mobil-mobil yang digunakan adalah buah kepercayaan para istri mantan pejuang terhadap Mutiara. Ini, armadanya sudah mencapai 21 ribu taksi. Bisnisnya pun melebar hingga ke angkutan kontainer. Namun yang pasti, tetap konsisten di jalur transportasi darat yang setiap bulan melayani 8,5 juta penumpang. sumber Itulah sebuah kisah pengusaha sukses di Indonesia yang didapat oleh Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono. Walaupun tanpa kehadiran seorang suami, namun semangat bisnisnya tidak pernah pudar, sekalipun dirinya tidak tahu sama sekali mengenai dunia bisnis. Dengan hanya berbekal keinginan yang kuat untuk menghidupi anaknya, akhirnya ia mampu untuk meraih segala perjalanan seorang Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono tampaknya patut dicontoh dan diterapkan dalam menjalankan usaha. Keberhasilan itu semua tak lepas dari kerja keras, optimisme yang yang tinggi, dan kecintaannya terhadap pekerjaan. Teruslah melaju Blue Bird Group agar menjadi perusahaan paling terdepan di garda bisnis transportasi Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah semangat anda, salam sukses luar biasa. ORANG INDONESIA SUKSES KARENA BEKERJA Dahlan Iskan beliau dikenal masyarakat karena keberhasilannya dalam memimpin surat kabar Jawa Pos, yang awalnya hanya koran daerah yang hampir gulung tikar menjadi koran Nasional dengan penjualan yang sangat fantastis. Dahlan Iskan dilahirkan di Magetan Jawa Timur, tepatnya di Desa Kebun Dalam Tegalarum, Kecamatann Bando 17 Agustus 1951. Dahlan Iskan adalah anak dari pasangan Muhammad Iskan dan Lisnah. Dahlan adalah anak ketiga dari empat bersaudara . kakak pertamanya bernama Khosyatun, kakak keduanya bernama Sofwati sedangkan adik bungsunya bernama tuanya bukanlah orang kaya, bahkan sangat miskin sekali ia dan saudara-saudaranya terbiasa dalam hidup kesederhanaan. Kehidupan ia waktu kecil membuatnya menjadi pribadi yang tangguh serta menurutnya kemiskinan harus dihadapi dengan bekerja dan berusaha. Riwayat pendidikan Dahlan Iskan, beliau bersekolah di Madrasah yang juga disebut Sekolah Rakyat setelah tamat ia melanjutkan sekolahnya ke sekolah lanjutan tingkat pertama, kemudian ke Sekolah Aliyah setelah tamat ia melanjutkan ke IAIN Sunan Ampel dan di Universitas 17 Agustus namun ia keluar karena terlalu asyik menulis majalah dan koran mahasiswa ketimbang mengikuti kuliah. Kemudian ia hijrah ke Samarinda untuk menjadi reporter di surat kabar lokal. Pada tahun 1976 ia pindah ke Surabaya bekerja sebagai wartawan di majalah Tempo. Walau sudah bekerja ia juga diam-diam menulis untuk koran lain seperti Surabaya Post dan Ekonomi Indonesia. Pada tahun 1982 ia di promosikan menjadi pemimpin koran Jawa Pos, Jawa Pos hampir bangkrut karena kalah saing namun ia tak berputus asa ia mencari cara untuk menyelamatkannya, dengan caranya akhirnya omset Jawa Post naik 20 kali lipat yaitu 10,3 miliar namun ia mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada yang lebih muda lalu ia mendirikan stasiun TV lokal Surabaya JTV & SBO, Batam Batam TV, Pekan Baru Riau TV, FMTV di Makassar, Palebang PTV, dan parahyangan TV di Bandung dan yang lainnya yang mencapai 34 stasiun TV lokal. Selain itu ia juga memiliki perusahaan listrik ia juga menjadi direktur pembangkit listrik swasta PT Cahaya Fajar Kaltim dan PT Prima Electrik Power di Surabaya dan hal ini yang menjadi salah satu alasan ia di tunjuk menjadi Direktur Utama PLN. Puncak kariernya Pada tanggal 19 Oktober 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya menjadi Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu II. Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni1936; umur 79 tahun adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo. Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden 21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999, Habibie adalah Wakil Presiden 14 Maret 1998 - 21 Mei 1998 dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, pada masa jabatannya sebagai menteri. 3. OLGA SYAHPUTRA Olga Syahputra terlahir dengan nama asli Yoga Saputra, 8 Februari 1983 di Jakarta. Komedian dengan ciri khas tubuh gemulai ini adalah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida. Sebelum terjun ke dunia entertaiment, ia berasal dari keluarga yang kurang berada. Olga awalnya hanya gemar mengumpulkan tanda tangan dan foto artis idolanya. Suatu ketika, ia ditawari bermain di serial komedi "Lenong Bocah" pada tahun 2003. Namun itu semua tidak semudah yang dibayangkannya. Sebelum bisa muncul di layar kaca, seluruh pemain "Lenong Bocah" harus mengikuti sesi training di Sanggar Ananda atau Teater Kawula Muda terlebih dulu, yang tentunya membutuhkan biaya. Olga yang tidak mau cepat berputus asa, memutuskan untuk menjual barang elektroniknya agar bisa mengikuti latihan. Perjuangan Olga tak sia-sia. Ia berhasil menjadi salah satu pemeran tetap di serial komedi "Lenong Bocah". Olga bahkan ikut berakting di "Lenong Bocah" versi film yang diberi judul "Tina Toon dan Lenong Bocah The Movie" 2004. Akibat rajin mengikuti kasting di sana-sini, Olga kebagian beberapa peran kecil di sinetron "Senandung Masa Puber" 2003, "Si Yoyo" 2003 dan "Kawin Gantung" 2004. Nama Olga Syahputra baru melejit ketika ia menjadi peresenter variety show, "Ceriwis" 2007, bersama Indy Barends dan Indra Bekti. Setahun kemudian, Olga semakin dikenal melalui acara musik yang dipandunya, "Dahsyat" 2008. Ia membawakan acara itu bersama Raffi Ahmad dan Luna Maya. Terhitung, empat tahun sudah Olga menjadi presenter tetap acara "Dahsyat". Berkat eksistensinya tersebut, Olga berhasil membawa pulang piala penghargaan "Presenter Musik Variety Show Terfavorit" " di ajang "Panasonic Awards 2009 hingga 2011" dan “ Pelawak terfavorit " di Panasonic Awards 2009 dan 2010 serta "Pembawa Acara Favorit" versi "Indonesia Kids' Choice Awards 2009". Dan masih banyak lagi pnghargaan yang di terimanya . Selain melawak dan membawakan acara, Olga juga pernah membintangi beberapa judul layar lebar, di antaranya "Cintaku Selamaya" 2008 dan "Pacar Hantu Perawan" 2011. Olga sempat mencoba peruntungan di bidang tarik suara. Sampai saat ini, Olga sudah merilis dua single yang masing-masing berjudul "Hantu Hancur Hatiku" 2009 dan "Jangan Ganggu Aku Lagi" 2010. Kedua lagu tersebut merupakan ciptaan Charly Van Houten. Pada bulan April 2014, Olga Syahputra mengalami penyakit radang selaput yang sebelumnya dikabarkan Olga terkena kanker hingga dugaan mengalami guna-guna, ini terlihat dari rasa sakit kepala dan terus menurunnya daya tahan tubuh dari hari ke hari. Olga sempat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, lalu karena keadaan belum membaik, Olga sempat melakukan pengobatan di Jerman, sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan perawatan di Singapura. Pada 27 Maret 2015, Olga meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura karena penyakit meningitis yang sudah dideritanya. PERBANDINGAN KARAKTER KE DUA PROFIL DIATAS Jika orang yang sukses karena bekerja selalu mempunyai sifat tidak mau dari nol selalu menginginkan instan dan pasti . banyak orang yang bekerja sukses karena dia nyaman dalam pekerjaan tersebut. Tidak berati dia seorang yang pemalas melainkan berkompeten dalam bidang itu sendiri. Sedangkan sifat seorang wirausaha cenderung mandiri tidak menggantungkan orang lain, selalu ingin berfikir maju dan tidak pantang meyerah. Selalu berani mengambil resiko dan ingin membantu perekonomian indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan. dan orang wirausaha cerdas tidak memikirkan seberapa gagal dan rugi melainkan seberapa pintar untuk mencari peluang MENDESKRIPSIKAN KARAKTER YANG DIMILIKI OLEH ORANG-ORANG TERSEBUT YANG SAYA INGINKAN Seperti Sukanto Tanoto. Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya yaitu tegas dan keras dengan sifat keras dan tegas, termasuk dalam hal berbisnis, ia bisa menjadi salah seorang pengusaha papan atas IndonesiaSampai sekarang Sukanto masih hobi baca buku. Buku apa saja, baik yang bisnis maupun nonbisnis. Setiap saya pergi selalu membawa buku, buku memang jendela dunia bukua mempunyai manfaatnya banyak sekali mulai untuk update pengetahuan, juga membantu sekali dalam binis dan kegiatan sosial sehari-hari. Kunci sukses sukanto tanoto “pertama, think, act, learn, baca, dengar, lihat.” “Kedua, kalau saya tidak tahu, saya tanya. Saya juga tidak merasa sungkan menceritakan kegagalan saya. Sukanto Tanoto mempunyai Obsesi ingin jadi pengusaha Indonesia yang bersaing di arena global, minimal di Asia. Tujuan utamanya, menurut dia, “Bagaimana kita bisa memanfaatkan keunggulan kita, untuk bersaing, paling tidak di arena Asia.” Semua prinsip dan kunci yang tertera dalam Sikap Sukanto tanoto bisa buat acuan pada wirausaha indonesia yang selanjutnya dan mungkin jadi naluri wajib bagi wirausaha. Tidak hanya berdoa, harus di imbangi ketekunan agar menjadi orang-orang bejo seperti pengusaha-pengusaha sukses di Dunia. KARAKTER WIRAUSAHA YANG DIINGINKAN 1, Tegas sesorang pemimpin atau orang berwirausaha tidak mempunyai sifat tegas maka plann yang sudah di bangun sejak awal tidak akan terlaksana dengan baik jika sifat tegas itu masih belum terterap pada diri sendiri. Seorang pemimpin juga mempunyai sifat tegas pada bawahan dimana tegas dalam hal tujuan perusahaan, jika tidak tegas semua karyawan tidak akan melaksakan apa yang menjadi tugas semestinya pada perusahaan tersebut. 2. Kerja keras, suatu wirausaha wajib perlu kerja keras sebab apa seorang wirausaha haruslah punya tekad dan kerja keras tinggi apabila suatu usaha itu mengalami terkendala maka seorang wirausaha tidak hanya berhenti pada hari itu atau masalah itu saja . seorang wirausaha haruslah berani mencoba hal baru, terobosan baru . kerja keras tidak hanya terukur pada usaha melainkan keinginan tinggi yang mampu melaksakan dan menggapai tujuan hingga sampai jadi SUKSES! 3. Konsisten, Dalam dunia kewirausahaan harus konsisten pada kegiatan produk atau pemasaranya, tidak hanya pada pemasaran rasa,sasaran,keunggulan dan keunikan produk yang harus dipentingkan. Meski terkadang bahan pokok mahal seorang wirausaha pasti mempunyai ide cemerlang untuk bagaimana dengan harga bahan baku mahal tetapi produk masih konsisten. Seorang wirausaha pasti akan memberikan trobosan seperti harga naik, kualitas sama. Jangan sampai menurunkan kualitas pada barang tersebut karena bisa jadi produk akan turun. 4. Peka peluang. Seorang wirausaha harus pandai-pandai mencermati peluang yang ada pada masyarakat, selera-selera pada masyarakat harus dipikirkan. Bila perlu bisa mensurvei atau terjun langsung untuk mengetahui minat konsumen itu apa. Jika berhubungan sama produk kita maka ada pembaharuan agar sukses dipasaran. Dari penjelasana diatas dapat disimpulkan bahwasanya orang sukses tergantung pada kemauan dan tekad individu sendiri, tidak hanya berwirausaha sukses dalam bekerja pun bisa dikatakan orang sukses. jadi sekarang tergantung sukses anda di sisi seperti apa ? Sekian blog ini dibuat untuk motivasi teman-teman. Referensi. Prambudi Nazaruddin,didik. 2013. 5 wirausaha sukses indonesia. diakses jumat , 25 september 2015. profil pengusa sukses indonesia. diakses 25 september 2015
3 Profil orang sukses karena bekerja Sri Mulyani Selama menjadi seorang menteri, tak banyak yang tahu tentang kehidupan Ibu Sri Mulyani sebagai seorang pribadi. Yang orang tahu, hanyalah deretan prestasi dan portofolionya. Tidak mengherankan jika beliau dipercaya bekerja di Bank Dunia. Tak tanggung-tanggung, beliau adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ibu Sri Mulyani merupakan sosok wanita sukses yang anggun, analisisnya tajam dan kritis, tegas, namun jarang sekali berkeluh kesah. Ia selalu profesional dan mencintai dunia ekonomi yang telah dipilihnya di bangku kuliah. Beliau memulai karirnya sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sejak itulah pengalaman kerja, kegiatan penelitian, dan publikasi beliau meroket. Karya-karya tersebut pula yang membawanya menjadi Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 menurut Emerging Markets, Wanita Paling Berpengaruh ke-23 di Dunia versi majalah Forbes di tahun 2008,dan Wanita Paling Berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia di bulan Oktober 2007. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, beliau adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan bagi semua orang, khususnya wanita Indonesia. Dedikasi dan keteguhannya menjalani posisi yang bagi banyak orang sulit atau mustahil, ia percaya bisa dan mampu menjalankannya. Anies Baswedan Nama Anies Baswedan kini sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Namanya mulai dikenal ketika menjabat sebagai rektor di Universitas Paramadina. Berkat kepeduliannya yang besar pada pendidikan anak bangsa, digagaslah Gerakan Indonesia Mengajar. Selain itu, masih ada program Indonesia Menyala dan Kelas Inspirasi. Pemikiran nyatanya dalam bidang pendidikan tersebut turut menghantarkan beliau sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pengalamannya pun begitu banyak! Bahkan ia sudah memupuk itu semua semenjak bangku SMP dengan bergabungnya di OSIS. Meski jalan hidup Bapak Anies terkesan lurus-lurus saja, namun bukannya ia tak pernah prihatin. Semasa SMA, beliau harus mengenyam masa pendidikan selama empat tahun karena mengikuti pertukaran pelajar AFS. Ketika selesai mengambil kuliah doktor pada 2004 di Amerika, pun begitu. Karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, beliau sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia. Tak ada yang sia-sia, justru lewat keprihatinan itulah beliau sadar akan kondisi pendidikan di Indonesia. Tinggal, belajar, dan bekerja di Amerika membuat beliau memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global. Tetapi kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup. Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar. Konstruksi dasarnya mulai terumuskan pada pertengahan 2009. Ketika itu, Anies mendiskusikan dan menguji idenya pada berbagai pihak. Gagasan ini kemudian siap mewujud ketika beberapa pihak berkenan menjadi sponsor. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar pun dimulai pada akhir 2009, dengan membentuk tim kecil yang kemudian berkembang hingga menjadi organisasi seperti sekarang ini. Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan apakah mempunyai pengaruh sosial. Kamu pun dapat belajar dari Bapak Anies. Jangan remehkan ide-ide kecilmu karena ide Gerakan Indonesia Mengajar juga bermula dari ide kecil dan kepedulian. Bapak Anies sendiri adalah sosok yang dekat dengan orang tua dan keluarga karena lewat doa mereka, ia pun jadi sesukses sekarang. Jakob Oetama Jakob Oetama merupakan wartawan dan salah satu pendiri surat kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA Seminari di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana Cipanas, Jawa Barat dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956. Pada April 1961, Ojong mengajak Jakob membuat majalah baru bernama Intisari, isinya sari pati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Majalah bulanan Intisari terbit pertama kali Agustus 1963. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader’s Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas. Jakob Oetama adalah penerima doktor honoris causa ke- 18-yang dianugerahkan UGM setelah sebelumnya gelar yang sama dianugerahkan UGM kepada Kepala Negara Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Promotor Prof Dr Moeljarto Tjokrowinoto dalam penilaiannya menyatakan, jasa dan karya Jakob Oetama dalam bidang jurnalisme pada hakikatnya merefleksikan jasa dan karyanya yang luar biasa dalam bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Ia juga telah memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia. Dalam pertimbangannya, UGM menilai Jacob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa sejuk, yaitu “kultur jurnalisme yang khas”, wawasan jurnalistik yang berlandaskan filsafat politik tertentu. Kultur jurnalisme itu telah menjadi referensi bagi kehidupan jurnalisme di Indonesia. 3 Profil orang sukses karena berwirausaha Handy Setiono Owner Kebab Turki Baba Rafi Jatuh bangun sempat dirasakan oleh Hendy Setiono saat memulai bisnisnya. Hendy merintis usaha bidang kuliner kebab turki, kuliner asli timur tengah itu di modifikasi sedemikian rupa agar rasanya cocok sama lidah orang mulai usaha kuliner ini Hendy sempat di tipu oleh karyawannya sendiri, pernah juga di tinggal oleh karyawannya sehingga dia dan istrinya harus terjun langsung untuk kerja keras dan usahanya Hendy berhasil mengembangkan jaringan bisnisnya keseluruh Indonesia. Tidak hanya itu Hendy dinobatkan sebagai pengusaha sukses se Asia under 25 oleh majalah Business Wekk International pada tahun 2006. Reza Nurhilman CEO Keripik Makicih Pemuda yang lebih familiar dengan panggilan AXL ini terkenal dengan produk keripik pedasnya Makicih.Bermodal 50 juta dia memproduksi 50 bungkus keripik per harinya, dan memasarkan produknya hanya lewat kerja keras dan keuletannya sekarang ini AXL telah memiliki beberapa produk unggulan seperti keripik singkong pedas level 3,5, dan 10, gurilem, seblak dan Baso goreng. Berkat usaha keripiknya AXL bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat produksinya, sekarang ini produksinya telah mencapai 2000-5000 per hari dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 30 orang untuk membantu produksi. Purdi E Chandra CEO Primagama Sekarang ini siapa yang tidak tahu lembaga bimbingan belajar Primagama, Purdi E Chandra merupakan sosok di balik berdirinya lembaga bimbingan belajar Primagama, yang mendapatkan rekor MURI sebagai lembaga bimbingan belajar terbesar se Indonesia. Pada mulanya Primagama hanya memiliki 2 murid saja, akan tetapi berkat usaha dan keuletan Purdi E Chandra sehingga bisa berkembang pesat, seperti kita tahu sekarang Primagama memiliki murid lebih dari seratus ribu murid per tahun dan mempunyai ratusan qutlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Perbandingan Karakter Perbandingan Karakter Sukses Karena Bekerja Sukses Karena Berwirausaha Cerdas Belajar dari setiap pengalaman dalam berkarir, sehingga mempunyai jabatan tinggi Dapat melihat peluang sekecil mungkin yang tidak terpikirkan oleh orang lain Berani Berani menghadapi resiko dari setiap tindakan yang dilakukan Berani memulai sesuatu yang baru walaupun resikonya besar Kepemimpinan Tegas, punya pendirian, bertanggungjawab terhadap tugasnya Dapat memimpin usaha yang dibangun nya dari kecil hingga menjadi besar Kerja Keras Kerja keras dalam karirnya dimulai dari bawahan hingga dapat jabatan yang sangat berpengaruh Selalu berusaha dan belajar dari kesalahan, punya tekad yang kuat walaupun harus jatuh bangun untuk mencapai kesuksesan Saya memilih karakter kerja keras karena setiap usaha yang kita lakukan pasti tidak akan mengkhianati, terus jangan pernah menyerah walaupun harus jatuh bangun karena dari situ kita belajar dan dibentuk menjadi orang sukses. Kerja keras itu sangat penting baik saat kita berkarir maupun berwirausaha, karena menurut saya rencana yang baik harus diikuti dengan kerja keras untuk mencapai kesuksesan. kamu-akan-ingat-pentingnya-kerja-keras-dan-percaya-diri/
Tri Sumono, miliarder yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang sapu. Foto istimewa.Nama seseorang yang tercantum dalam profil orang sukses sedikit banyaknya telah melewati berbagai macam rintangan untuk mencapai kesuksesan. Beberapa harus berusaha banting tulang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuksesan yang telah dimiliki oleh pendahulunya, beberapa yang lain harus memulai dari hanya bermandikan peluh, untuk merintis kesuksesan dari nol, seseorang harus berjuang di saat yang ia miliki hanyalah tekad yang dibungkus oleh sekujur tubuhnya. Selain itu, orang tersebut harus bekerja berkali-kali lipat lebih keras karena meniti keterbatasan adalah meniti sebentang tali tipis yang dapat putus kapan Sumono adalah salah satu orang tersebut. Bagi yang belum tahu, Tri Sumono adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ia memiliki bisnis di berbagai sektor mulai dari perkebunan jahe dan padi, properti, toko sembako, toko penyedia peralatan kantor, peternakan burung, memiliki gerai es krim, hingga bisa memproduksi kopi jahe instan dengan merek sendiri bernama Hootri. Semua bisnisnya dinaungi oleh CV yang ia dirikan dengan nama “CV 3 Jaya”.Banyaknya bisnis yang dimiliki oleh Tri tentu saja mendatangkan keuntungan yang banyak pula. Dalam sebulan, Tri diketahui bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Bukan hanya menjadikannya sebagai orang yang kaya raya, kerja keras Tri dalam mengejar kesuksesan mengharumkan mamanya sendiri. Ia kerap kali diundang ke berbagai macam acara termasuk stasiun televisi untuk menceritakan hidupnya ataupun memberikan motivasi guna menjadi bahan bakar untuk sebuah perjalanan dalam menggapai hal tersebut tidaklah berlebihan karena Tri memang merintis semua usahanya dari nol. Sebelum menjadi seperti sekarang, ia hanya pemuda biasa yang mencoba untuk menaklukan nasib bermodalkan ijazah SMA tukang sapu hingga tukang jepit rambutIlustrasi tukang sapu. Foto Yudhistira Amran Saleh/kumparan.Tri Sumono lahir di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Mei 1973. Selepas SMA, Tri mengambil keputusan untuk merantau ke Jakarta dengan beberapa potong baju dan kenekatan. Demi bisa menyambung hidup di ibukota, Tri rela bekerja apa saja. Pekerjaan pertama yang ia dapat di Jakarta adalah menjadi buruh konstruksi atau kuli bangunan di daerah Ciledug, Jakarta Selatan. Ia harus berjibaku dengan benda-benda keras untuk membangun hidupnya sendiri, yang ia angkat sendiri 6 bulan, Tri bekerja sebagai tukang sapu untuk sebuah kantor. Meskipun pekerjaan yang ia miliki dipandang remeh oleh sebagian orang, Tri tetap menjalaninya dengan serius dan bersungguh-sungguh. Hal ini membuat Tri diangkat menjadi office disangka, jenjang karier Tri meningkat selama bekerja di kantor tersebut. Memulai karier sebagai tukang sapu lalu diangkat menjadi office boy, Tri kemudian dipercaya untuk menjadi tenaga pemasar juga pihak penanggung jawab berjalannya waktu, Tri semakin menanggung beban yang lebih berat karena harus menghidupi istri dan juga anaknya. Tahun 1995, Tri mengambil pilihan untuk memulai usaha sampingan di luar pekerjaan tetap. Usaha tersebut adalah berjualan aksesoris seperti jepitan rambut di kawasan Gelora Bung dagangannya yang kecil dan sederhana ini membuat sebuah langkah besar dalam hidup Tri. ia mengundurkan diri dari tempat kerjanya lalu menekuni bisnis aksesoris yang sebelumnya hanyalah usaha ini disambut dengan hasil yang baik. Bermula di kawasan Gelora Bung Karno, Tri kemudian mampu menjajakan dagangannya di kiosnya sendiri yang berada di Mall Graha Cijantung. Selang beberapa waktu, tri menjual kiosnya untuk membeli rumah yang terletak di daerah Pondok Ungu, Bekasi hasil menjual kiosnya tidak hanya ia gunakan untuk membuat rumah saja. Dengan uang tersebut, Tri mendirikan warung sembako dan 10 rumah kontrakan yang ia sewakan dengan harga murah. Mendirikan toko sembako dan rumah kontrakan dengan harga murah tidak ia lakukan tanpa sebab. Rumah kontrakan yang diisi oleh pedagang asongan seperti pedagang gorengan dan bakso ini membuat warung sembakonya menjadi lebih ramai, didatangi pembeli dan dikenal, begitupun dan warung sembako tidak membuatnya berhenti sebagai pengusaha. Ia mengembangkan bisnis lain, salah satunya adalah memproduksi sari kelapa atau nata de coco pada tahun perjalanan bisnis nata de coco, Tri mengalami kesulitan. Pembeli tidak percaya dengan nata de coco yang dibuat oleh Tri karena kualitasnya yang tidak ini tidak serta merta memadamkan tekadnya, melainkan menjadi cambukan untuk berusaha lebih keras. Usaha Tri tak tanggung-tanggung, ia menemui salah satu dosen dari Institut Pertanian Bogor dan memintanya untuk mengajarkan cara membuat nata de adalah apa yang didapat oleh Tri, tapi ia tetap gigih. Kegigihan inilah yang dilihat oleh dosen tersebut sehingga pada akhirnya ia bersedia untuk mengajarkan belajar membuat nata de coco yang memakan waktu hingga 2 bulan ini membuahkan hasil. Kualitas nata de coco yang dibuat oleh Tri menjadi lebih baik sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang banyak. Tri berhasil menjual ribu nampan dengan keuntungan Rp 70 juta pada produksi nata de coco inilah yang kemudian menjadi awalan untuk bisnis-bisnis Tri yang lain. Ia tak mudah puas, melainkan terus mengembangkan bisnis lain meskipun sudah mendapatkan keuntungan yang terbilang menjalani hidup, masalah juga ditemui oleh Tri. Salah satu alasan mengapa ia bekerja keras untuk menjalankan bisnis adalah karena anak pertamanya mengalami kurang gizi. Pahitnya bisnis pun pernah Tri rasakan. Ia pernah ditipu oleh temannya keterbatasan mesti ia taklukkan ketika dirinya belum menjadi apa-apa. Dalam acara talkshow “Michael Tjandra Luar Biasa” yang disiarkan di Rajawali Televisi RTV, Tri mengaku bahwa ia harus bersusah payah terlebih dahulu hanya untuk membeli semangkuk bubur. Kekuatan untuk menjalani kepayahan hidup ini ia ajarkan juga ke istrinya. Suatu hari istrinya meminta Tri untuk membelikan daster baru untuk ia kenakan sehari-hari. Tri kemudian pulang dengan membawa 12 potong daster. Ia membelikan daster sebanyak itu dengan tujuan untuk memacu istrinya berbisnis. Sang istri baru bisa mengenakan 2 daster baru yang ia belikan ketika sudah berhasil menjual 10 daster. Cara ini ternyata berhasil mendatangkan keuntungan. Semua daster yang dijual istrinya tersebut menunjukkan bahwa dalam mengejar kesuksesan, seseorang bukan hanya harus kuat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang disediakan hidup. Orang sukses haruslah juga memiliki kedisiplinan yang merupakan kunci untuk tetap bertahan.
Mercado exige que sejamos “super-humanos” para desenvolver carreira sólida sem descuidar da vida pessoalpor Ana Lisboa* Estamos habituados a sermos cobrados por uma carreira sólida, onde se ganha uma considerável soma de dinheiro por mês e se acumula patrimônio a todo custo. Quanto mais cedo um profissional chegar a esse nível de desenvolvimento, melhor. Considera-se que esse é um profissional de sucesso. Ocorre que poucas dessas pessoas têm consciência de que a vida é composta de diversas outras áreas de interesse que devem ter igual atenção por parte dos profissionais, como a vida de cônjuge, de cidadão, de pai ou mãe, de filho ou filha, saúde, espiritualidade, bem-estar físico. Estamos sempre nos deparando com profissionais de sucesso que são filhos descuidados, pais ausentes, retraídos perante a sociedade ou debilitados com relação a seu próprio bem-estar físico e emocional. Eles podem ter suas famílias sempre muito bem vestidas e munidas de todos os bens materiais que podem adquirir, mas, ao mesmo tempo, lotam as agendas de terapeutas e psicólogos por toda a cidade porque bens materiais dificilmente suprem carinho, atenção e cuidados. Com o passar dos anos, a intolerância do profissional a estas inconsistências de sua vida faz com que o ser humano reveja seus valores e entenda que a empresa é apenas uma parte das suas obrigações. Esta fonte de tensão relacionada a valores e princípios tende a oprimir as pessoas e fazer delas reféns de sua própria carreira. É nesse ponto que o sentimento de culpa passa a interpretar o papel de inquisidor dos atos e vontades do profissional. As empresas modernas estão muito preocupadas com produtividade e sabem que, se as pessoas não estão bem, a produtividade cai e consequentemente caem os lucros e a participação no mercado. Elas buscam profissionais com as seguintes características Foco nos clientes internos e externos; Pro-atividade Perfil Consultivo e Conciliador Foco nos resultados Fomentador de Alianças e Parcerias Visionário de Negócios Líder Competente Com constante disposição para aprendizagem Compartilhador de decisões Administrador Moral da história, além de um profissional com todas essas características, temos, sim, que pensar em outros aspectos sociais, familiares e de bem-estar físico e emocional. É o peso da modernidade que constrói “super-humanos”, com armadura indestrutível e o próprio interior vulnerável. Confesso que também me sinto oprimida pela necessidade de trabalhar muito e ao mesmo tempo desempenhar todos os outros papéis, o dia caba ficando curto demais para trabalhar, descansar, cumprir com os compromissos com as outras pessoas e cuidar de si mesmo e da família. E você como tem se sentido ultimamente? Vale a reflexão. Até a próxima! Cadastre seu currículo no e aproveite inúmeras oportunidades de emprego. Se você já tem um cadastro, atualize-o aqui. *Ana Lisboa é coach de Vida e Carreira.
0% found this document useful 0 votes54 views10 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes54 views10 pages3 Profil Orang Sukses Karna BekerjaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
profil orang sukses karena bekerja